Sektor pertanian terdampak langung secara positif oleh La Nina. Produksi pertanian yang membutuhkan kebutuhan air yang tinggi biasanya akan bagus pada kondisi La Nina.
Hal ini berkebalikan dengan El Nino di mana terjadi kekeringan berkepanjangan dan terjadi penurunan produksi pangan.
Akibat tingginya curah hujan ini, menurut Andung, bencana yang sering terjadi adalah banjir dan longsor. Banjir ini terjadi akibat simpanan permukaan (surface storage) tidak mampu menampung air hujan yang lebih tinggi daripada biasanya.
Sementara longsor terutama disebabkan oleh peningkatan beban tanah yang semakin berat akibat terisi oleh air hujan yang meresap ke dalam tanah. Oleh karena itu, hal-hal yang harus dipersiapkan adalah antisipasi kejadian banjir dan longsor.
“Jika hujan deras terus-menerus terjadi pada daerah rawan banjir masyarakat harus waspada. Demikian juga jika muncul retakan-retakan di tebing yang merupakan tanda-tanda akan longsor,” katanya.
Andung mengingatkan agar pemerintah daerah, terutama melalui BPBD, harus siap siaga dalam menangani bencana banjir dan longsor. Hal ini dapat dilakukan dengan monitoring curah hujan dan debit sungai, serta penyiapan sarana Early Warning System (EWS).
Tantangan saat ini, adanya kemungkinan banjir dan longor di tengah pandemi Covid-19. Terutama jika bencana terjadi dalam skala besar sehingga masyarakat harus mengungsi.





Komentar tentang post