Rabu, Oktober 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ahli Iklim UGM Bahas La Nina, Apa Saja yang Harus Diantisipasi

redaksi
13 Oktober 2020
Kategori : Berita, Kajian
0
Pakar Iklim dan Lingkungan: Corona Membuka Mata Kita Untuk Krisis yang Lebih Serius

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sekretaris Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Andung Bayu, mengatakan, El Nino dan La Nina memiliki rentang waktu pengulangan setiap 2-7 tahun. Berdasarkan acuan sejarah, El Nino ditemukan terlebih dahulu, setelah itu La Nina.

Melansir Ugm.ac.id, menurut Andung, La Nina dan El Nino merupakan satu gejala perubahan atmosfer yang umumnya memengaruhi kondisi cuaca secara musiman di Indonesia dan negara-negara lain di sekitar Samudra Pasifik.

La Nina, peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata di sekitarnya.

El Nino atau seringkali disebut dengan El Nino Southern Oscillation/ENSO adalah kejadian suhu air laut yang ada di Samudra Pasifik memanas di atas rata-rata suhu normal.

El-Nino, sebuah peristiwa yang terjadi dan diamati oleh penduduk dan nelayan dari Peru dan Ekuador yang bermukim di sekitar pantai Samudera Pasifik bagian timur yang biasanya terjadi pada bulan Desember.

Peristiwa yang diamati oleh masyarakat tersebut adalah peristiwa meningkatnya suhu air laut.

Setelah lama diteliti para ahli, ternyata ada peristiwa kebalikan dari El Nino. Peristiwa di mana suhu air laut menghangat dan diberi nama La Nina.

La Nina ini disebabkan oleh suhu permukaan laut pada bagian barat dan timur Pasifik yang menjadi lebih tinggi daripada biasanya.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: El NinoLa NinaMitigasi BencanaUGM
Bagikan10Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bernilai Tinggi, Ini Peluang Budidaya Kuda Laut

Next Post

Warga Pulau Siau Evakuasi Mandiri Bila Terjadi Erupsi Gunung Karangetang

Postingan Terkait

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

28 Oktober 2026
Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

28 Oktober 2026

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Pekan Literasi Media dan Informasi Global: Tepat Waktu, Terarah, Mudah Diakses dan Berbasis Sains

Kondisi Kering di Indonesia Dibarengi dengan Curah Hujan

Alumni ITK Unhas Darwis Ismail Terpilih Sebagai Ketua Umum ISKINDO 2026-2031

Next Post
Warga Pulau Siau Evakuasi Mandiri Bila Terjadi Erupsi Gunung Karangetang

Warga Pulau Siau Evakuasi Mandiri Bila Terjadi Erupsi Gunung Karangetang

Komentar tentang post

TERBARU

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Pekan Literasi Media dan Informasi Global: Tepat Waktu, Terarah, Mudah Diakses dan Berbasis Sains

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Tapah Mendarat Hari Ini di Pesisir Guangdong

5.663 Peserta Mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes di UNG

Ruang Publik Digital Didominasi Buzzer, Suara Akademisi “Hilang” di Balik Jurnal Ilmiah

Kurangnya Kepercayaan Terhadap Informasi Tantangan Utama Menghadapi Bencana

Kapal Pesiar Jerman Berhenti Operasi, 1477 ABK Indonesia Kembali ke Indonesia

Siklon Tropis Billy Terbentuk di Samudra Hindia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.