Dalam seminar nasional tersebut, Funco telah menelusuri betapa banyak pijakan teologis yang bisa dijadikan dasar teologis program MBG seperti beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang berkaitan tentang makanan dan distribusinya yakni “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan keridha’an Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kalian maupun ucapan terima kasih.” (Al-Insan ayat 8-9).
Dalam surat Al-Maun ayat 1-3 pun telah disebut tentang orang yang mendustakan agama. Yakni orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Begitu pula dalam surat Al-Imran ayat 92 yang berbunyi “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan (mempersembahkan) sesuatu yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
Ada pula beberapa hadis Nabi yang berkaitan erat dengan program MBG seperti dalam HR.Bukhari, No. 6236 yang menyebutkan bahwa orang terbaik di antara kalian adalah yang memberikan makanan kepada orang lain dan menyebarkan salam. Ada juga hadis lain yang menyatakan bahwa pernah suatu ketika seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Islam bagaimanakah yang baik?” Beliau menjawab, “Kamu memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim).




