AMSI dan LBH Pers menilai pada dasarnya indeks konten jurnalistik pada mesin pencari, tautan, dan pratinjau terbatas yang tidak menggantikan karya asli, tetap diperbolehkan sepanjang mencantumkan atribusi yang jelas, tidak me-reproduksi bagian substansial dari karya, tidak menghindari pembatasan akses, dan tetap mengarahkan audiens kepada website atau aplikasi milik perusahaan pers.
Sebaliknya, persetujuan atau kompensasi harus diwajibkan untuk pemanfaatan ciptaan untuk tujuan komersial yang mengambil atau menggantikan nilai ekonomi jurnalisme, termasuk:
● pelatihan dan penyempurnaan model AI;
● penggunaan konten untuk retrieval-augmented generation (RAG) dan grounding AI;
● ringkasan (summary) otomatis yang menggantikan kebutuhan user untuk mengakses artikel asli;
● penerbitan ulang, sindikasi, atau agregasi komersial;
● pembangunan basis data komersial dari arsip berita; dan
● pengambilan konten jurnalistik secara sistematis untuk produk dan layanan AI.
AMSI dan LBH Pers juga sepakat bahwa revisi UU Hak Cipta harus tetap memperbolehkan penggunaan AI untuk penelitian akademik dan penelitian untuk kepentingan publik. Namun, istilah “penelitian” tidak boleh menjadi pengecualian umum yang memungkinkan perusahaan AI komersial mengambil konten penerbit dalam skala besar, kemudian memasukkan model yang dihasilkan ke dalam produk komersial.



