Selain hutan primer, anoa dapat dijumpai di hutan sekunder dan hutan yang berbatasan dengan kebun untuk mencari makan. Namun satwa ini akan selalu menjadikan hutan primer sebagai tempat berlindung tetapnya (cover).
Menurut Mustari anoa sering mengunjungi sumber air panas dan sumber air mineral atau belerang.
Penyebaran alami anoa dapat dijumpai di kawasan konservasi dan hutan di Pulau Sulawesi seperti di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, serta Pulau Buton.
Anoa sering mengunjungi sumber air panas dan sumber air mineral atau belerang.

Dalam Manual Identifikasi dan Bio-Ekologi Spesies Kunci di Sulawesi (2020) Mustari menjelaskan anoa termasuk satwa ruminansia browser. Hewan ini lebih banyak memakan dedaunan daripada rerumputan.
Hasil penelitian Mustari (1995, 2003, 2019) menunjukkan bahwa di alam, anoa mengonsumsi lebih 140 spesies tumbuhan; jenis makanan anoa terutama tumbuhan dikotil (70%) yaitu daun lebar serta berbagai jenis tumbuhan bawah dan liana.
Anoa juga memakan tumbuhan monokotil seperti berbagai jenis rumput, bambu, dan berbagai jenis buah yang jatuh ke lantai hutan seperti buah kayu hitam (Diospyros malabarica, D. celebica), berbagai jenis beringin (Ficus spp), dongi (Dillenia serrata, D.ochreata, D.celebica), rao (Dracontomelon
mangiferum, D.dao), huhubi (Artocarpus dasyphyllus), kase (Chisoceton ceramicus), matoa (Pometia pinnata), daun, pucuk, dan rebung bamboo (Bambusa spp.), dan sukun hutan (Artocarpus sp.).





Komentar tentang post