Kegiatan sosialisasi juga melibatkan Pokmaswas Desa Deme, Pokmaswas Desa Waduwalla, Pokmaswas Desa Dainao, dan Pokmaswas Desa Bodae. Melalui kegiatan tersebut, pemahaman mengenai pentingnya konservasi penyu diharapkan meningkat pada sedikitnya 40 peserta serta memberikan manfaat tidak langsung kepada sekitar 200 anggota keluarga.
Selain memperkuat kapasitas kelompok konservasi lokal, program juga menyasar generasi muda melalui kegiatan literasi laut bagi siswa-siswi SMA, dengan potensi dampak kepada lebih dari 100 orang.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kecintaan masyarakat pesisir terhadap laut, memperkuat kepedulian terhadap kesehatan ekosistem, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara mandiri.
Program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui perlindungan penyu dan habitat pesisir. Kemudian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan literasi laut dan pendidikan lingkungan, serta SDG 17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi konservasi, dan masyarakat.
Pelaksanaan program juga melibatkan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pantai Hidup Rukun Desa Eilogo, mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor pada Program Studi Oseanografi dan Sains Kebumian ITB, periset PRIMA-BRIN, serta dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana.




