Untuk menjawab kondisi tersebut, program ini menggunakan aplikasi digital KoboCollect yang sederhana, mudah dioperasikan, dan tetap dapat digunakan untuk menginput data meskipun tidak tersedia jaringan internet.
Aplikasi yang diadaptasi dari instrumen pendataan yang digunakan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) tersebut, dengan penambahan parameter suhu dan pH tanah untuk memperkaya ketersediaan data hasil observasi.
Masyarakat dapat mengisi formulir dan mendokumentasikan kondisi lapangan secara langsung melalui telepon genggam. Data yang direkam secara luring selanjutnya dapat disinkronkan saat perangkat kembali terhubung dengan jaringan internet.
Penggunaan aplikasi ini memungkinkan pelaporan dilakukan secara lebih praktis, terstruktur, dan fleksibel tanpa sepenuhnya bergantung pada ketersediaan jaringan. Pendekatan tersebut juga mengoptimalkan perangkat yang telah dimiliki masyarakat serta dapat diterapkan secara bertahap sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan komunitas setempat.
Tahapan program pada tahun 2026 meliputi persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring berkelanjutan.
Target adalah Pokmaswas Pantai Hidup Rukun yang beranggotakan 13 orang untuk melakukan observasi dan pelestarian area pendaratan penyu.




