Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

redaksi
10 Februari 2026
Kategori : Berita
0
Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

Arlindo atau Arus Lintas Indonesia di Selat Lifamatola yang berada di Maluku Utara. GAMBAR: BRIN

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Pusat Riset Oseanologi BRIN ini berhasil memetakan hotspot atau titik panas pencampuran air laut dalam di Selat Lifamatola, yang merupakan satu-satunya jalur laut dalam dengan kedalaman lebih dari 1.900 meter bagi masuknya massa air Pasifik menuju Laut Seram dan Laut Banda.

Adi menjelaskan bahwa Selat Lifamatola memiliki peran yang sangat penting dalam sistem Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF). 

Menurut Adi, ITF merupakan sistem arus laut yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, sekaligus berperan dalam distribusi panas, air tawar, dan nutrien secara global.

Topografi Selat Lifamatola yang curam, dikombinasikan dengan pengaruh pasang surut yang kuat, menjadikan kawasan ini lokasi pencampuran vertikal air laut yang sangat intens. 

“Proses tersebut memengaruhi suhu dan salinitas air laut yang berdampak pada dinamika iklim, baik regional maupun global,” ujarnya.

Pencampuran turbulen di selat sempit seperti Lifamatola juga memiliki implikasi ekologis dan lingkungan yang luas, kata Adi.

Selain memengaruhi karakteristik massa air, proses ini diduga berperan dalam transportasi vertikal mikroplastik, sebagaimana ditunjukkan dalam studi-studi terpisah oleh peneliti lainnya.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Adi PurwandanaArlindoBRINDinamika OseanografiIndonesian ThroughflowMaluku UtaraSelat Lifamatola
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pendaratan di Madagaskar

Next Post

Riset Kolaboratif Terbaru BRIN Temukan Dinamika Tersembunyi di Perairan Laut Dalam Selat Lifamatola

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
Riset Kolaboratif Terbaru BRIN Temukan Dinamika Tersembunyi di Perairan Laut Dalam Selat Lifamatola

Riset Kolaboratif Terbaru BRIN Temukan Dinamika Tersembunyi di Perairan Laut Dalam Selat Lifamatola

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Pengawas Perikanan Jakarta Temukan Nelayan Tangkap Hiu Paus

Waspadai Gelombang Ekstrem di Perairan Indonesia

Mengapa Ratusan Paus Seperti Bunuh Diri Massal?

Bencana Iklim, Lebih 1000 Orang Tewas Akibat Banjir di Pakistan

Gerakan Menanam Cabai Rawit Cara Pengendalian Inflasi di Kota Gorontalo

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.