Peta GMW juga mampu menunjukkan perubahan secara tepat dengan resolusi spasial yang tinggi. Sebuah fitur baru dari platform— Peringatan Perubahan—dapat melacak variasi cakupan hutan mangrove hampir secara real time, sehingga memungkinkan mereka yang ada di lapangan merespons ancaman yang muncul dengan cepat.
Ada banyak penyebab terjadinya perubahan, tetapi dampak langsung oleh manusia bertanggung jawab atas 60% lebih hilangnya hutan mangrove. Penyebab-penyebab utama meliputi konversi ke lahan pertanian, budidaya perairan, dan urbanisasi.
Model percontohan baru-baru ini memperkirakan bahwa lebih dari 6.600 km2 area hutan mangrove yang hilang sejak tahun 1996 sangat bisa dipulihkan.
Di tempat lain, upaya juga tengah dilakukan untuk membangun Alat Pelacak Restorasi Hutan Mangrove sebagai sarana untuk berbagi informasi tentang proyek-proyek restorasi yang ada, sehingga membantu mendukung restorasi yang efektif di seluruh dunia.
#World Mangrove Day
Sumber: Global Mangrove Alliance





Komentar tentang post