Prakiraan intensitas badai sangat dipengaruhi oleh keberadaan pusaran air laut (oceanic eddies) dan interaksi Chan-hom dengan pusat tekanan rendah di lapisan atas atmosfer di sebelah selatan.
Badai ini, kata JTWC, telah melintasi pusaran air dingin pada Senin (10/8), yang berkontribusi pada penurunan aktivitas konveksi dalam (deep convection) dalam jangka pendek.
Badai akan melintasi pusaran air yang jauh lebih hangat dari Arus Kuroshio—dengan suhu permukaan laut mencapai 27–28°C. Kondisi ini berpotensi memulihkan kembali aktivitas konveksi dalam.
Namun, peningkatan wind shear (perbedaan kecepatan/arah angin) dan masuknya udara kering (dry entrainment) yang disebabkan oleh pusat tekanan rendah di dekatnya kemungkinan besar akan membatasi atau bahkan mencegah intensifikasi badai.
Pergerakan badai melintasi wilayah dataran tinggi di Honshu bagian tengah akan menyebabkan Chan-hom melemah dengan cepat hingga di bawah intensitas badai tropis saat mencapai Laut Jepang bagian selatan.
Geseran angin (shear) yang kuat dan udara kering yang terkait dengan pusat tekanan rendah di lapisan atas (upper low) di sebelah tenggara badai pada saat itu diperkirakan akan menghambat proses reorganisasi badai di atas Laut Jepang.
Badai Peilou
Sementara itu badai tropis Peilou bergerak ke timur laut mengarah ke Pasifik utara. Peilou – topan Jepang nomo 16 – memiliki tekanan udara pada pusatnya 992 hPa.




