Kunjungan ini guna mengumpulkan data guna pengembangan model aplikasi untuk meningkatkan keselamatan melaut, informasi cuaca, wilayah tangkapan (fishing ground), pembukuan elektronik, pendataan hasil tangkapan, dan pemasaran hasil nelayan dengan mitra.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Andri Juli Kurniawan mengatakan, Kepulauan Tanimbar merupakan Kabupaten baru yang sedang tumbuh dan berkembang. Perikanan merupakan leading sector, tapi kondisi sarana penangkapan ikan terbatas.
“Dengan program ini diharapkan dapat membantu dan menjadi solusi teknologi bagi nelayan Saumlaki,” kata Andri.
Selain masalah sarana penangkapan ikan, isu lain di Saumlaki adalah masih adanya kegiatan nelayan pelintas batas. “Kami juga masih menghadapi masalah dengan masih adanya nelayan tradisional yang memasuki laut teritorial wilayah perairan Australia di selatan kepulauan Tanimbar,” ujar Andri.
Ketua Umum ISKINDO, M Zulficar Mochtar mengatakan, intervensi teknologi kepada nelayan di wilayah perbatasan dan pulau terluar merupakan kebutuhan mendesak dan perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Kondisi nelayan di perbatasan sangat terbatas dari aspek teknologi penangkapan ikan, kondisi kapal dan keselamatan serta pengolahan dan pemasaran hasil tangkapan sehingga memerlukan dukungan teknologi untuk tingkatkan pendapatan mereka,” kata Zulficar.





Komentar tentang post