Pascakejadian, Bupati Tanggamus menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari. Hingga kini, BPBD dan dinas terkait melakukan upaya penanganan darurat, seperti pengaktifan dapur umum, pembersihan material lumpur dan batu serta pendampingan warga terdampak.
Awal Agustus, di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, banjir dan longsor menyebabkan 3 kecamatan terisolir sehingga pendistribusian bantuan logistik dilakukan melalui jalur perairan. 3 kecamatan tersebut yakni Helumo, Tomini dan Posigadan.
Pos Komando (Posko) telah menurunkan ekskavator untuk membersihkan lumpur maupun material longsor pada ruas jalan penghubung antara Kabupaten Bolaang Mongondow dengan Bolaang Mongondow Selatan.
Titik longsor terpantau di ruas jalan Doloduo – Molibagu, jalan Onggunoi – Pinolosian, jalan Molibagu-Momalia longsor (desa Pinolantungan), jalan Desa Tabilaa dan jalan Molibagu (belakang kuburan Molibagu) dengan kondisi gorong-gorong ambruk sekitar 3 meter.
Terdapat satu korban jiwa dan 7.046 KK atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Untuk kerusakan, BPBD Bolaang Mongondow Selatan mengidentifikasi 64 rumah rusak berat dan 29 lainnya hanyut.
Selain merusak pemukiman, bencana banjir juga merusak beberapa jembatan, seperti jembatan Kombot Timur, Salongo 1, Salongo Besar, Bakida, Sinandaka dan Pakuku Jaya.*





Komentar tentang post