Bagi para ilmuwan, perbedaan ini penting. Di wilayah hilir, dampaknya bisa terlihat sangat mirip dan menakutkan: air, es, dan material runtuhan dalam volume besar meluap dengan peringatan minim menuju lembah sempit yang berpenghuni.
Belum jelas apakah perubahan iklim menjadi penyebab runtuhnya material gunung pada hari Rabu tersebut. Namun, pemanasan global dengan cepat mengubah lingkungan dataran tinggi tempat bencana semacam itu terjadi. Seiring mencairnya gletser dan melunaknya lapisan tanah beku abadi (permafrost), batuan yang sebelumnya ditopang atau diikat oleh es bisa menjadi tidak stabil, sementara peningkatan volume air lelehan dapat semakin melemahkan lereng gunung.
Dampaknya meluas jauh melampaui desa-desa di pegunungan. Wilayah Hindu Kush Himalaya menjadi sumber bagi 10 daerah aliran sungai utama yang menopang kehidupan sekitar 2,1 miliar orang dalam hal penyediaan air, pangan, energi, dan mata pencaharian.

Berpindah ke Wilayah Rawan Bahaya
Namun, bukan hanya pegunungan yang berubah. Geografi kehidupan manusia di bawahnya pun turut berubah.
Dr. Chapagain menuturkan bahwa semasa kecilnya, keluarga-keluarga di banyak wilayah perbukitan Nepal secara tradisional membangun rumah di bagian lereng yang lebih tinggi, sembari menggarap sawah dan tanaman lain di lahan yang lebih datar di dekat sungai. Kebun di rumah keluarganya sendiri terletak di puncak gunung, sementara sawahnya berada di bawah, dekat sungai.




