Kamis, Oktober 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

redaksi
29 Agustus 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Pegunungan Himalaya membentang melintasi Nepal. FOTO: UN NEPAL

Ia menyebutkan bahwa pihak berwenang Nepal baru mengetahui adanya banjir saat air sudah mendekati perbatasan. Peringatan kemudian disebarluaskan ke wilayah hilir melalui pesan teks, media sosial, panggilan telepon, dan bunyi alarm.

Menurut Dr. Chapagain, upaya mengurangi bahaya harus dimulai dari wilayah hulu: pemantauan berkelanjutan terhadap gletser dan lereng yang tidak stabil, pengamatan satelit, penggunaan alat pengukur cuaca dan debit sungai, serta sistem peringatan dini yang mampu memberikan cukup waktu bagi warga untuk mengungsi.

Hal ini mengingat sungai dan gletser melintasi batas negara, Cina, Nepal, dan negara-negara yang berada lebih jauh di hilir juga harus saling bertukar data dengan cepat.

Ada masalah yang lebih mendasar. Dr. Chapagain mengatakan, meskipun emisi gas rumah kaca turun drastis, gletser akan terus kehilangan massanya selama beberapa dekade akibat pemanasan yang sudah telanjur terjadi dalam sistem iklim. Namun, seberapa besar massa yang akhirnya hilang masih berada dalam kendali umat manusia. Namun, apa yang terjadi dalam waktu dekat justru jauh berbeda.

Menurut pandangannya, hal itu menjadikan adaptasi bukan lagi sekadar persiapan untuk masa depan yang masih jauh.

Bagi masyarakat di kaki pegunungan Himalaya, masa itu telah tiba, pada hari Rabu.

Halaman 6 dari 7
Sebelumnya1...567Selanjutnya
Tags: Banjir HimalayaBanjir NepalDr. Dipesh ChapagainEkosistem Pegunungan HimalayaNepalPBBTibet
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Next Post

Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

Postingan Terkait

Kondisi Kering Mendominasi Wilayah Indonesia di Awal Oktober

59 Daerah di Pulau Sulawesi Peringatan Dini Kekeringan Kategori Awas

15 Oktober 2026
El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

21 Daerah di Gorontalo dan Sulawesi Utara Mengalami Kekeringan Kategori Awas

15 Oktober 2026

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kondisi El Niño Sangat Kuat Memengaruhi Musim Dingin di Asia Selatan

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah di Indonesia Kategori Berbahaya dan Tidak Sehat

Sebaran Asap di Pulau Sulawesi

Satelit Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Sebelum dan Setelah Banjir Dahsyat di Lembah Himalaya Nepal

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Next Post
Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

TERBARU

59 Daerah di Pulau Sulawesi Peringatan Dini Kekeringan Kategori Awas

21 Daerah di Gorontalo dan Sulawesi Utara Mengalami Kekeringan Kategori Awas

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kondisi El Niño Sangat Kuat Memengaruhi Musim Dingin di Asia Selatan

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah di Indonesia Kategori Berbahaya dan Tidak Sehat

Sebaran Asap di Pulau Sulawesi

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyu Lekang Mati Terdampar di Pulau Santen, Banyuwangi

Tak Boleh ada Sedotan Plastik di Pulau Pari

Iklim Global Terus Mengalami Penurunan Kualitas

Kapal Perintis Tetap Melayani Wilayah Maluku

90S Berkembang di Laut Timor, 94W Dekat Papua

UNG Menggelar Sosialisasi Pembelajaran Modul Pencegahan Kekerasan Seksual

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.