Program Pegadaian
Bank Sampah Induk Iloheluma dikembangkan PT. Pegadaian (Persero) melalui Program The Gade Clean and Gold: Memilah Sampah Menabung Emas.
Program Coorporate Social Responsibility (CSR) ini kemudian berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo.
Hingga saat ini bank sampah tersebut masih beroperasi dibawah pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo.
Bank sampah berbeda dengan pengepul. Meski belum memperoleh pendapatan besar, hingga saat ini pengelolaan bank sampah tetap berjalan.
Bank sampah ini lebih mirip dengan bank konvensinal, bedanya hanya pada sampah. Menurut Rizal, bank sampah lebih terorganisir karena memiliki struktur organisasi.
Bank sampah lebih cocok disamakan dengan bank konvensional. Hanya saja bank konvensional mengelola uang, bank sampah mengelola sampah.
orang-orang lebih memilih pengepul dibandingkan bank sampah. Hal ini karena lewat pengepul langsung dibayar setelah memberikan sampah, sementara di bank sampah ada sistemnya sendiri.
Bank sampah menggunakan sistem menabung. Nasabah yang menabung harus menunggu waktu tiga bulan agar bisa mengambil hasil dari menabung sampah.
Sampah yang diterima pun bukanlah semua jenis sampah. Beberapa jenis sampah yang dapat dibawa ke bank sampah, yaitu sampah plastik bersih, karton, dan buku atau kertas.




