Darilaut - Topan Super (Super Typhoon) Ragasa yang berada di Laut Cina Selatan membawa angin kencang serta gelombang laut tinggi yang dapat menjadi ancaman serius bagi Hong Kong dan pesisir Guangdong. Jalur hujan terluar topan super ini telah mulai memengaruhi Guangdong timur. Sirkulasi yang luas dan angin kencang menimbulkan ancaman serius bagi Guangdong -- provinsi di pesisir tenggara Cina. Observatorium Hong Kong (HKO) pada Selasa (23/9) mengumumkan akan mengeluarkan Sinyal Peringatan Siklon Tropis No. 8 pukul 14.20 hari ini. Observatorium memperkirakan angin akan semakin kencang di Hong Kong. Pemerintah mengimbau warga yang dalam perjalanan pulang dan jauh, memerlukan pengalihan rute. Informasi ini dikeluarkan HKO pada pukul 12.20 waktu setempat. Pemerintah juga telah mengimbau para pegawainya di wilayah-wilayah ini untuk tidak bekerja. Prakiraan cuaca HKO saat ini menunjukkan bahwa Ragasa akan mempertahankan intensitas topan super dan akan mencapai titik terdekatnya dengan Pearl River Estuary (Muara Sungai Mutiara) Rabu (24/9) pagi. Cuaca di Hong Kong diperkirakan akan memburuk dengan cepat hari ini, kata HKO. Observatorium akan menilai apakah perlu mengeluarkan sinyal peringatan siklon tropis yang lebih tinggi pada Selasa malam atau rabu pagi. Kondisi ini tergantung pada jarak dan perubahan kecepatan angin setempat. Cuaca di Hong Kong diperkirakan akan tetap buruk, dengan angin kencang yang mencapai kekuatan badai, di lepas pantai dan di dataran tinggi. Menurut HKO, angin kencang, hujan lebat, dan badai petir diperkirakan akan sering terjadi. Gelombang yang sangat tinggi diperkirakan terjadi di laut, ”sehingga warga diimbau untuk menjauh dari pantai dan menghindari semua aktivitas air,” kata HKO. Akibat gelombang badai yang signifikan, permukaan air di pesisir pelabuhan diperkirakan akan naik sekitar 2 meter, Rabu. Berdasarkan aplikasi Zoom.earth topan Ragasa telah membentuk dinding mata baru saat mendekati Hong Kong. Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Ragasa terletak 487 km di timur-tenggara Hong Kong, dan telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 13,7 meter (45 kaki), kata JTWC. JTWC memperkirakan Ragasa akan sedikit lebih condong ke arah barat laut. Topan ini akan melewati Hong Kong, dan membawa angin kencang saat melintas. Pergeseran sedikit lintasan badai akan membawa badai ke daratan sebelum mencapai Semenanjung Luichow, menghantam pantai Tiongkok dengan kecepatan hampir 185 km per jam (100 knot), kata JTWC. Setelah melewati daratan, menurut JTWC, sistem ini akan tetap mendapatkan pasokan air laut di sisi selatan dan tidak melemah hingga di bawah kekuatan badai hingga mencapai daratan di atas Vietnam utara. Sistem diperkirakan akan menghilang dan pusaran tak terlacak sebelum mencapai Thailand.