Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan luas deforestasi Indonesia pada periode 2019-2020 mengalami penurunan sampai 75 persen, atau sebesar 115,5 ribu hektare, dibandingkan periode 2018-2019 yang mencapai 462,5 ribu hektare.
Angka ini tentu meningkat bila dibandingkan periode 2017-2018 yang mencapai sebesar 439,4 ribu hektare sedangkan pada tahun 2016-2017 angkanya mencapai 480 ribu hektare.
Pada periode 2015-2016, menjadi tahun yang memiliki angka deforestasi tertinggi dalam enam tahun terakhir, yaitu sebesar 629,2 ribu hektare.
Hatma yang juga dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan secara total dalam kurun waktu 6 tahun, angka deforestasi mencapai 2,1 juta hektare. Meski begitu cukup wajar juga bila ada pernyataan laju deforestasi mengalami penurunan, namun kejadian bencana hidrometeorologi masih tinggi.
“Hal ini mengindikasikan banjir dan tanah longsor bisa dipengaruhi oleh faktor lain, terutama pada perubahan pola penutupan dan pemanfaatan lahan yang mengganggu atau merubah fungsi dari kawasan tersebut,” katanya.
Oleh karena itu, perlu memberikan perhatian secara khusus terhadap perubahan daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang seharusnya memiliki peran penting sebagai fungsi lindung yang dibantu oleh peran hidrologi dari kawasan bervegetasi (hutan).





Komentar tentang post