Subhan mengajak menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi yang baik ataupun hal yang posistif. Apabila pengguna ingin melakukan kritik terhadap suatu permasalahan sebaiknya di ruang kritik, sebagaimana mestinya sehingga dapat langsung ditanggapi atau diklarifikasi oleh pihak yang menerima kritikan.
Sementara Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo, Zakiya Baserewan, meminta mahasiswa untuk bisa memperkuat literasi digital sehingga mampu untuk lebih bijak bermedia sosial agar terhindar dari informasi hoaks.
”Mari adik-adik Mahasiswa, perkuat literasi digital untuk menghindarkan diri kita dari informasi bohong atau sering kita dengar dengan kata hoaks, ” kata Zakiya, mengutip Gorontaloprov.go.id.
Zakiya menjelaskan jika kita memiliki literasi digital yang kuat, tidak akan mudah untuk disusupi informasi hoaks, ujaran kebencian hingga penyebaran radikalisme yang dapat merugikan banyak pihak.
Zakiya mengatakan literasi digital generasi muda harus ditingkatkan ke arah pemanfaatan yang positif untuk mencegah potensi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian terhadap generasi penerus bangsa di masa datang.
Potensi ancaman terhadap generasi penerus bangsa terkait hoaks dan ujaran kebencian yang masif di ruang-ruang digital harus segera disikapi dengan langkah nyata untuk mencegah meluasnya nilai-nilai yang mengancam jati diri anak bangsa, kata Zakiya.





Komentar tentang post