Berkoordinasi dengan BMKG, menurut Hammam, BPPT telah menyusun Grand Design, Road Map dan Kebutuhan Anggaran Secara Nasional sejak tahun 2019-2024 dengan target kinerja yaitu terbangun dan beroperasinya Sistem Inabuoy di 13 lokasi, Sistem InaCBT di tujuh Lokasi, Sistem InaCAT/Tomografi di tiga Lokasi dan satu Sistem AI-Tsunami di Indonesia.
Melalui webinar ini diharapkan menjadi ajang diskusi dan bertukar pikiran dalam hal referensi, kritik dan masukan.
Target-target di dalam grand design dan road map yang telah disusun dapat tercapai tepat waktu dan memberikan kontribusi bagi penguatan sistem peringatan dini tsunami nasional.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengapresiasi inovasi yang telah dihasilkan untuk keselamatan masyarakat Indonesia dari bahaya tsunami. Sistem peringatan dini tsunami telah dibangun sejak 2008 termasuk tim konsorsium yang didukung BPPT, LIPI dan beberapa perguruan tinggi.
Menurut Dwikorita, sistem tersebut didesain dan dibangun karena kejadian gempa bumi yang membangkitkan tsunami di Aceh. Sehingga sistem yang dibangun saat itu diberikan peringatan dini berdasarkan sinyal gelombang gempa. Jadi hanya terbatas tsunami yang diakibatkan gempa bumi.
Dwikorita mengatakan, di saat itu, dalam membangun sistem tersebut bekerjasama dengan Jepang, Jerman dan Amerika yang fokus pada tsunami dibangkitkan hanya pada gempa sehingga di tahun 2018 sistem tersebut tidak dapat mendeteksi tsunami yang tidak diakibatkan gempa.





Komentar tentang post