SDM di BPPT, kata Wahyu, sedang berproses meningkatkan kemampuan kompetensi untuk menguasai teknologi kapal selam. Perekayasaan dan alih teknologi dari negara maju diperlukan untuk percepatan. Mitra BPPT, PT PAL selaku industri diyakini juga sudah siap memproduksi untuk mendukung tugas serta peran TNI AL dalam mengamankan kedaulatan Indonesia di wilayah perairan.
Desain Kapal Selam 32 Meter BPPT merupakan output dari Kegiatan Rancang Bangun Alutsista Kapal Selam BPPT pada tahun 2017-2019, bekerjasama dengan industri pertahanan dalam negeri.
Kegiatan pengembangan kapal selam ini merupakan sasaran antara (intermediate target) dalam rangka mencapai penguasaan teknologi rancang bangun dan rekayasa kapal selam nasional secara total, mencakup: perancangan, whole local production, dan MRO (maintenance, repair & overhaul).
Sebagai negara maritim, Indonesia harus memiliki Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Matra Laut yang handal dan memadai untuk menegakkan kedaulatan RI dan mengamankan wilayah perairan yurisdiksi Indonesia termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
Dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah lautan yang berbatasan dengan 10 negara. Jumlah armada kapal perang yang dimiliki Indonesia tidak sebanding dengan luasnya wilayah perairan, serta jumlah corong strategis yang harus dijaga, sehingga kebutuhan untuk penambahan kapal perang, khususnya kapal selam sangat penting.





Komentar tentang post