“Kita seringkali melupakan hubungan manusia dengan alam (hablum minal alam). Hubungan dengan alam ini jarang kita ungkap. Oleh karena itu, relasi dominasi manusia atas alam, berujung kerusakan alam,” kata Rektor Arif Satria, seperti dikutip dari Ipb.ac.id.
Buku Era Baru Konservasi karya Prof Alikodra, menurut Rektor, menjadi penting agar Ekosofi masuk dalam kerangka yang membumi.
Dalam pengelolaan sumberdaya alam, ada tiga pilar yang harus digunakan. Pilar normatif, pandangan tentang dunia atau world view dan kognitif atau pilar ilmu.
Menurut Arif, dalam pilar normatif ini siapa yang mengisi. Siapa yang dominan, maka akan berdampak ke pilar regulatif, wujud dari world view. Apabila Ekosofi ini sudah menjadi world view atau paradigma, maka kebijakan-kebijakan pun akan diisi oleh kebijakan pro lingkungan dan yang ke tiga adalah pilar kognitif atau pilar ilmu.
Arif mengatakan, diperlukan reideologi atas alam. Etika tidak hanya berlaku untuk manusia tapi juga etika berlaku untuk alam.
Semua agama, kata Rektor, menggali nilai-nilai dasar kerangka etik. Perlu dorongan agar khutbah pemuka agama bisa bicara tentang perubahan iklim dan kaitannya hubungan manusia dengan alam. Selain itu diperlukan reorientasi policy, kebijakan-kebijakan yang menghijaukan serta ilmu-ilmu tentang green sains.





Komentar tentang post