Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan sistem pendeteksi tsunami berbasis Buoy BPPT di selatan Malang telah beroperasi secara optimal. Hal ini dikuatkan dengan konfimasi dari Buoy bahwa sistem ini memverifikasi tidak terjadi tsunami pasca gempa Malang 10 April 2021.
Menurut Hammam beberapa menit setelah kejadian gempa tersebut, InaTOC menerima alert mode dari Buoy Malang yang mendeteksi perubahan tekanan air laut yang disebabkan oleh gempa.
Namun data tersebut tidak melebihi ambang batas perubahan tekanan air laut yang mengindikasikan adanya tsunami. Ini sesuai dengan yang disampaikan oleh BMKG.
Hammam mengatakan saat ini BPPT telah memasang 3 Buoy yang diletakkan di Perariran Selatan Malang, Perairan Selatan Sunda, dan Perairan Selatan Bali.
Ke depan, akan dipasang 11 unit Buoy secara keseluruhan, serta cable based tsunameter di dua lokasi yaitu Labuan Bajo dan Rokatenda demi mendukung penguatan sistem peringatan dini tsunami di Indonesia.
BPPT akan makin mempererat kerjasama dengan BMKG dan stakeholder terkait untuk memperkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia. BPPT sedang mengembangkan teknologi deteksi tsunami dengan kabel bawah laut (cable based tsunameter/CBT) yang direncanakan akan di-deploy tahun ini.





Komentar tentang post