Selain itu, Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers juga melaksanakan ragam jenis pelatihan bagi peningkatan kelangsungan manajemen perusahaan pers. Ragam pelatihan penggunaan AI untuk pengembangan perusahaan pers baik dari aspek marketing bisnis, aspek optimasi pembuatan dan analisa laporan keuangan, serta aspek produksi kreatif manajemen; serta pelatihan produksi dan strategi kreatif perusahaan pers pada platform YouTube.
Tak lupa, sesuai saran dan masukan perusahaan pers tentang mengenali dan memproses partisipasi perusahaan pers pada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan format pelatihan E-Katalog INAPROC juga terlaksana sejak Agustus – Desember 2025.
Dengan jejaring yang dimiliki Dewan Pers, 7 kali pelatihan ini diikuti 243 peserta dengan latar belakang management perusahaan pers hadir langsung mengikuti pelatihan, dan kehadiran peserta dari luar DK Jakarta mencapai 513 peserta perwakilan perusahaan pers.
Dari sisi total Perusahaan pers yang terjangkau sebanyak 246 perusahaan pers. Seluruh materi yang dipekenalkan oleh narasumber pelatihan diakui oleh peserta menjadi bekal bagi setiap perusahaan pers untuk mengembangkan diri memasuki tahun 2026 mendatang.
Kemerdekaan Pers. Berkaca dari peristiwa tahun 2025, ada potensi besar bahwa kemerdekaan pers masih menjadi salah satu pekerjaan rumah. Sikap swa-sensor, penghalanghalangan terhadap wartawan, kekerasan atau teror sangat mungkin berlanjut karena rendahnya penagakan hukum terhadap pelakunya. Membiarkan pelaku penghalangan atau kekerasan tidak diproses hukum itu bisa memicu praktik impunitas di mana pelaku akan mengulangi perbuatannya.




