Jika diamati oleh pengamat di permukaan Bumi, maka Matahari akan terbit, berkulminasi dan terbenam di titik paling Utara sesuai dengan lintang geografis pengamat masing-masing.
Selain itu, durasi siang di belahan Utara Bumi akan lebih lama dibandingkan dengan durasi malamnya. Bahkan untuk wilayah yang berada di Lingkar Kutub Utara (Arctic Circle, lebih besar dari 66,6 derajat Lintang Utara) akan mengalami Matahari Tengah Malam (Midnight Sun).
Sebaliknya terjadi di belahan Selatan Bumi, durasi siang akan lebih pendek dibandingkan durasi malam. Bahkan untuk wilayah Antartika akan mengalami Malam Kutub (Polar Night), yang berarti tidak ada cahaya Matahari sama sekali pada hari itu.
Solstis Utara menjadi penanda awal musim panas di belahan Bumi Utara dan awal musim dingin di belahan Bumi Selatan secara astronomis.
Berbeda dengan meteorologi yang menggunakan Solstis Utara sebagai pertengahan musim panas di belahan Utara Bumi dan pertengahan musim dingin di belahan Selatan Bumi. Solstis Utara tahun ini bertepatan pada tanggal 21 Juni 2020 pukul 04.43 Waktu Indonesia Barat.*





Komentar tentang post