Pengembangan lapis lindung pemecah gelombang berangkat dari ketergantungan Indonesia yang selama ini masih mengandalkan lapis lindung buatan luar negeri. Secara umum, komponen penyusun dari lapis lindung BPPT-lock sama dengan produk impor, tetrapod dan dolos.
Perbedaan mendasar terlihat dari bentuknya. Namun inilah yang menjadi inovasi sesungguhnya.
Bentuknya yang memiliki banyak cabang dan gemuk tersebut ternyata mampu menghasilkan nilai hidraulik yang stabil saat diterjang ombak.
BPPT-lock memiliki ikatan lebih kuat dari produk lainnya. BPPT-lock memiliki stabilitas hidraulik yang unggul serta struktur yang kuat. Teknis pemasangannya juga mudah karena dapat dipasang secara acak maupun teratur.
Keunggulan lainnya, volume bahan beton untuk membangun BPPT-lock lebih sedikit jika dibandingkan dengan unit lapis lindung yang lain.
Hal ini dikarenakan jumlah unit per satuan luas strukturnya lebih sedikit dan dimensinya lebih kecil dibandingkan dengan unit lapis lindung yang lain.
BPPT-lock dipasang dalam unit lapis lindung di pelabuhan dengan berat unit yang disesuaikan dengan gelombang rencana. Inilah yang menjadi salah satu faktor BPPT-lock mampu menahan serta memecah energi gelombang.
Perekayasa Ahli Madya BRIN, Zuhdan Jauzi, mengatakan BPPT-Lock sebagai produk inovasi kerekayasaan pelabuhan dapat diterapkan pada pembuatan bangunan pelindung pantai, misalnya breakwater, groin, revetment, dan tembok laut.





Komentar tentang post