Tim penyelamat dan sukrelawan menyadari sudah lebih dari seminggu bayi orca tersebut dalam perawatan di kandang dan kolam. Ini adalah waktu yang lama bagi bayi orca terpisah dari polong dan induknya.
Melansir Stuff.co.nz, Senin (19/7), rencana untuk memindahkan bayi orca yang terdampar ke kandang pada Senin sore tertunda. Hal ini karena kualitas air di pelabuhan dianggap tidak aman untuk berenang.
Hujan deras dan pipa air limbah yang pecah berkontribusi pada kualitas air yang lebih rendah dari biasanya di Plimmerton dan Porirua. Berarti para sukarelawan tidak dapat berada di dalam air bersama bayi orca sebagai bagian integral dari perawatannya.
Bayo orca Toa (berarti pemberani) sementara ini menunggu di kolam dengan kapasitas air laut 32.000 liter yang berada di tempat parkir Plimmerton Boating Club.
Situs ini masih terlarang untuk umum, tetapi Toa menerima beberapa pengunjung, seperti Menteri Konservasi Kiri Allan dan wakil pemimpin Partai Māori Debbie Ngarewa-Packer, Senin kemarin, yang datang ke lokasi pada waktu yang berbeda.
Bayi orca dengan nama Toa pada Minggu (11/7), ditemukan terdampar di bebatuan dekat Plimmerton, utara Wellington. Operasi berkelanjutan untuk merawat anak orca dipimpin oleh Departemen Konservasi dengan dukungan dari Orca Research Trust/Whale Rescue Trust, iwi Ngāti Toa Rangatira setempat, dan masyarakat setempat.





Komentar tentang post