Sebagai perbandingan, berdasarkan pengukuran Google Maps, jarak perairan dari Ujung Utara Pulau Sumatra hingga Ujung Timur Pulau Jawa saja berkisar 1862 mil laut (~3000 km).
Mempunyai kapasitas angkut sebanyak 12 awak/pasukan, kapal selam dengan penggerak motor AC (pembangkit listrik diesel generator) mampu melaju hingga kecepatan maksimal 15 knot.
Kapal selam ini memiliki kecepatan operasional 7 knot, baik untuk bergerak horizontal maupun kecepatan snorkling (bergerak diagonal) dan kecepatan 4 knot ketika berada dalam mode senyap (stealth), agar tidak terdeteksi oleh musuh.
Salah satu unsur pendukung mode senyap terletak pada teknologi baling baling, di mana kompetensi teknologi rancang bangun ini dimiliki oleh Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) BPPT.
Proses rancang bangun, membutuhkan tahapan yang panjang dengan fasilitas khusus seperti water tunnel dan towing tank yang telah dimiliki.
Hasilnya diharapkan baling baling ini selain harus memenuhi gaya dorong dengan efisiensi yang tinggi, juga harus senyap untuk tak mudah terdeteksi.
Selain pengembangan dan pengujian baling-baling kapal selam, BTH BPPT juga memiliki laboratorium maneuvering basin yang berfungsi untuk menguji performa dari body kapal selam.





Komentar tentang post