Sementara itu, Dylan Howell dari HATCH mengatakan, telah menjelejahi berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia untuk mencari startup yang mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih jauh. HATCH adalah akselerator startup pertama di dunia yang berfokus di bidang akuakultur. Program HATCH telah diikuti lebih dari 20 startup dari berbagai negara dan tahun ini memasuki batch ke 3 dan mengambil lokasi penyelenggaraan di Hawaii, Norwegia dan Singapura.
Pembicara selanjutnya, Richard Budhitresno dari East Ventures menjelaskan pentingnya karakter seorang founder startup dan market size sebagai hal yang menjadi pertimbangan East Ventures untuk keputusan dalam investasi ke startup. East Ventures merupakan salah satu venture capital paling aktif di Asia Tenggara East Ventures dikenal memiliki “sentuhan dingin” yang dibuktikan dengan portfolio investasi di startup unicorn seperti Tokopedia dan Traveloka.
Menariknya mereka sudah mulai melirik industri perikanan, salah satunya startup Aruna yang baru saja mendapatkan pendanaan.
Pembicara terakhir Coco Kokarkin, Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP. Menurut Coco, pemerintah akan terus mendukung hadirnya inovasi digital terlebih untuk segmen yang belum banyak disentuh dan menjadi tantangan industri saat ini. Seperti pencegahan penyakit ikan/udang dan pengembangan teknologi untuk perikanan berkelanjutan.





Komentar tentang post