Menurut Abdi, bantuan alat tangkap dan alat bengkel nelayan untuk desa Tompe telah disalurkan hari ini kepada kelompok Berkah Nelayan.

“Kelompok Nelayan Berkah Desa Tompe memiliki anggota 15 orang, dengan bantuan alat perbengkelan ini mereka bisa memperbaiki perahu dan alat tangkap yang rusak akibat bencana lalu,” kata Abdi.
Nelayan Tompe masih membutuhkan bantuan perahu untuk melaut. Saat ini hanya tersisa 9 perahu yang masih dalam kondisi baik.
“Ada kebutuhan 30 perahu untuk 10 kelompok nelayan yang akan kami bantu koordinasikan dengan pihak terkait dan donatur agar bantuan perahu dapat tersedia kepada nelayan di desa Tompe,” ujarnya.
Ketua Kelompok Nelayan Berkah bernama Agil dan nelayan lainnya telah menerima bantuan alat tangkap dan alat perbengkelan.
“Kami sangat bersyukur dengan bantuan ini. Setelah bencana, ini bantuan pertama yang kami terima untuk mencari ikan,” kata Agil.
Agil berharap pemerintah secepatnya melakukan program rehabilitasi dan rekontruksi kehidupan nelayan di Donggala melalui penyediaan rumah nelayan yang ramah bencana, bantuan perahu dan alat tangkap.
Selain itu, melakukan penataan dan relokasi di Desa Tompe. Soalnya, kondisi tanah di pesisir Tompe telah mengalami pergeseran.*





Komentar tentang post