Jumat, Maret 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Fenomena Alga Berbahaya di Teluk Ambon Tercatat Sejak 1990-an

redaksi
31 Oktober 2019
Kategori : Berita
0
Fenomena Alga Berbahaya di Teluk Ambon Tercatat Sejak 1990-an

Teluk Ambon. FOTO: DARILAUT.ID

“Populasi alga yang tidak kasat mata ini dapat mempengaruhi aspek: ekonomi dan kehidupan masyarakat di ekosistem, khususnya Teluk Ambon,” kata Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto di acara Talkshow Indonesia Science Expo, di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis, (24/10).

Menurut Nugroho, Teluk Ambon merupakan perairan semi tertutup (semi-enclosed bay) yang dicirikan antara teluk bagian dalam dan teluk luar dipisahkan oleh sebuah ambang (sill) yang sempit dan dangkal. Kondisi ini menyebabkan terhambatnya sirkulasi massa air di teluk bagian dalam.

“Retensi Teluk Ambon mencapai tujuh tahunan, menyebabkan sirkulasi massa air tidak berjalan keluar. Fenomena alam ini, akan tumbuh unsur hara berlebih dan berakibat pada ledakan pertumbuhan alga,” ujarnya.

Profesor riset dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Sam Wouthuyzen mengatakan, akibat eutrofikasi menimbulkan beberapa kejadian marak alga dari jenis mikro alga berbahaya, diantaranya Pyrodinium bahamense var. compressum dan Gymnodinium bahamense, yang menyebabkan kematian pada manusia.

“Ditengarai ada dua penyebab utama eutrofikasi. Pertama, terjadi peningkatan jumlah penduduk. Kedua, pembukaan lahan yang cepat namun tidak tertata baik dan tidak ramah lingkungan,” katanya.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: Alga BerbahayaLIPITeluk Ambon
Bagikan79Tweet16KirimKirim
Previous Post

Pemerintah Diminta Atasi Diskriminasi yang Dialami Awak Kapal Perikanan

Next Post

Intervensi Teknologi Penting Dalam Penanganan Sampah Plastik

Postingan Terkait

Siklon Tropis Horacio Makin Menguat di Dekat Port Marthurin

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

6 Maret 2026
Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

6 Maret 2026

Perkiraan ENSO Maret Hingga Mei 60%, La Nina 30%, El Nino 10%

Bibit Siklon Tropis 93S Menguat, 90S Melemah di Selatan Nusa Tenggara Timur

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Tanggal 19 Maret 2026

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Timur Laut Jayapura

Bibit Siklon Tropis 90S Bawa Hujan di Jawa Hingga Nusa Tenggara, Gelombang Laut Tinggi 6 Meter

Perang AS-Israel vs Iran Meluas, Konflik Berlanjut di Kawasan Timur Tengah

Next Post
Bersih Laut dan Pantai di 260 Pelabuhan

Intervensi Teknologi Penting Dalam Penanganan Sampah Plastik

Komentar tentang post

TERBARU

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

Perkiraan ENSO Maret Hingga Mei 60%, La Nina 30%, El Nino 10%

Bibit Siklon Tropis 93S Menguat, 90S Melemah di Selatan Nusa Tenggara Timur

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Tanggal 19 Maret 2026

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Timur Laut Jayapura

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemilih Pun Ikut Mencatat Hasil Pemungutan Suara Ulang di Tuladenggi

Pemerintah Terbitkan Perpres Rencana Zonasi Teluk Tomini, Laut Sulawesi dan Laut Jawa

Spirit Kelautan Prof Suharsono, Ahli Terumbu Karang Indonesia

Hoaks Sangat Meresahkan

Topan Dahsyat Saola Bergerak di Utara Timur Laut Manila

WMO Rangkul Sektor Swasta dan Akademisi Dalam Kecerdasan Buatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.