Jumat, Mei 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Fenomena Upwelling Berkah Bagi Nelayan Indonesia

redaksi
23 Maret 2026
Kategori : Berita
0
Fenomena Upwelling Berkah Bagi Nelayan Indonesia

Upwelling. GAMBAR: BRIN

Darilaut – Awal kemarau memicu pergerakan Angin Timuran yang kuat. Angin ini mendorong massa air permukaan laut ke arah lepas pantai, yang kemudian digantikan oleh massa air dingin kaya nutrien dari lapisan yang lebih dalam.

“Massa air yang terangkat ini membawa ‘pupuk alami’ berupa nitrat dan fosfat,” kata Peneliti Ahli Utama Bidang Kepakaran Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo S. Pranowo, Senin, (16/3).

”Ketika mencapai permukaan yang kaya sinar matahari, terjadi fotosintesis masif oleh fitoplankton. Inilah yang mendasari peningkatan produktivitas primer laut kita,” ujarnya, mengutip Brin.go.id.

Karena itu, musim kemarau yang diprediksi lebih awal pada April 2026 menjadi perhatian serius bagi para peneliti oseanografi.

Meski fenomena ini sering dikaitkan dengan kekeringan di daratan, namun bagi sektor kelautan, transisi musim ini justru menjadi momentum peningkatan kesuburan laut yang luar biasa melalui fenomena upwelling.

Berdasarkan kajian riset yang dipublikasikan Widodo Pranowo dalam Majalah Indo-Maritime 2014, fenomena upwelling di selatan Jawa memiliki karakteristik unik yang dikenal secara internasional dengan sebutan RATU (Semi-permanent Java Coastal Upwelling).

Hasil riset menunjukkan bahwa intensitas RATU sangat dipengaruhi oleh dinamika musiman dan variabilitas iklim global. Dalam penelitian tersebut, pemanfaatan teknologi Argo Float robot penyelam otomatis yang beroperasi hingga kedalaman 2.000 meter menjadi kunci dalam merekam data profil temperatur dan salinitas secara real-time.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: El NinoMusim KemarautermoklinUpwellingWidodo S. Pranowo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Eskalasi Perang AS-Israel vs Iran Meningkat, Saling Serang Fasilitas Nuklir

Next Post

WMO: Iklim Bumi Semakin Tidak Seimbang, Lautan Terus Menghangat

Postingan Terkait

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

15 Mei 2026
Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

15 Mei 2026

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Next Post
WMO: Iklim Bumi Semakin Tidak Seimbang, Lautan Terus Menghangat

WMO: Iklim Bumi Semakin Tidak Seimbang, Lautan Terus Menghangat

TERBARU

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemilu dan Pemilihan 2024 Rentan Gangguan Informasi

KJRI Sydney dan Perhimpunan Pelajar Menggelar Warung Konsuler di Brisbane

Kerjasama Internasional Perikanan Tuna

Kondisi Terkini Pembangunan Bendungan Bulango Ulu

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Jagung Hasil Rekayasa Genetika Butuh Modal Besar, Petani Kecil Sulit Mengakses Bibit

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.