Morfologi daerah sekitar pusat gempabumi merupakan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal dan lembah.
Data Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempabumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempabumi menengah hingga tinggi.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, melalui laman vsi.esdm.go.id, kejadian gempabumi ini tidak menyebabkan tsunami karena pusat gempabumi berada di darat.
Daerah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara tergolong rawan gempa bumi karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu Sesar Sumatra.
Badan Geologi mencatat bahwa wilayah tersebut pernah mengalami bencana gempa bumi pada tahun 1984, 1987 dan 2011.
Wilayah ini secara umum tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier berupa batuan metamorf dan meta sedimen, batuan berumur Tersier berupa batuan rombakan gunung api dan batuan sedimen, serta endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunung api muda dan endapan aluvial sungai.
Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter, batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.





Komentar tentang post