Secara makroskopis di antaranya berupa rijang, batu gamping napalan, batu gamping moluska, batu gamping kristalin, lempung karbonan, kuarsit, slate, batuan metamorf yang mengandung mineral sulfida seperti pirit dan kalkopirit, dan batu gamping silisifikasi.
Adapun singkapan lumpur berada di sisi bagian barat pulau dengan kondisi yang masih lunak/belum kompak sehingga apabila diinjak walaupun dengan sepatu boat akan ambles.
Tinggi lumpur sekitar 3 meter, dengan bentuk dome, dan di atas lumpur terdapat bongkah dan kerakal batu yang sama dengan material yang tersebar di sekitarnya.
Dimensi Lumpur dari hasil pemotretan drone yaitu dengan panjang 27,2 m dan lebar 16,6 m.
Karakteristik lumpur berwarna abu-abu, berbutir sangat halus, lunak, daya kohesi kuat, lengket, tidak berbau sulfur, dan tidak mengandung material kasar.
Pulau kedua, dimensi lebih besar namun kemunculan lumpur lebih kecil dari pulau pertama dengan ketinggian yang lebih rendah.
Adapun karakteristik lumpur sama dengan lumpur pada pulau pertama, dengan dimensi panjang 47,5 dan lebar 17,8 m.
Pulau disusun oleh batupasir kasar dan terdapat di atasnya pecahan batuan berukuran kerikil sampai bongkah dengan bentuk menyudut tanggung sampai membundar tanggung, kerakal dominan berbentuk pipih.





Komentar tentang post