Wilayah yang terletak dekat dengan lokasi pusat gempa adalah Kabupaten Kabupaten Mamuju dan sekitarnya. Wilayah ini umumnya merupakan morfologi perbukitan hingga perbukitan terjal, lembah dan dataran pantai yang tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier.
Batuan ini terdiri dari batuan metamorf, meta sedimen. Kemudian, tersier berupa batuan sedimen, batugamping, gunungapi. Endapan Kuarter, terdiri dari endapan pantai dan aluvial.
Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa.
Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah ini.
Kejadian gempa merusak tanggal 15 Januari 2021 yang lalu memicu terjadinya gerakan tanah tipe jatuhan batu yang menutup jalan trans Sulawesi dengan material bongkahan batugamping.
Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami – BMKG, Daryono, melalui akun Twitter @DaryonoBMKG, mencatat sembilan gempa merusak dan tsunami di wilayah tersebut.





Komentar tentang post