Darilaut – Gempa bumi kuat magnitudo (M)6,7 yang terletak di darat mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27.44 WIB atau 11.27.44 Wita. Gempa utama tersebut diikuti sedikitnya 90 gempa susulan.
Berdasarkan parameter sumber, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Sesar Palolo berarah baratlaut – tenggara dengan mekanisme sesar normal, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi.
Pusat Vulkanologi mengatakan lokasi episenter gempa bumi terletak di darat. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, pegunungan, dan gunung.
Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas Batuan Terobosan dan Batuan Metamorf berumur Pra-Tersier, Batuan Terobosan dan Batuan Metamorf berumur Tersier, serta Batuan Sedimen berumur Kuarter.
Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
Berdasarkan data tapak lokal vs30, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak).
Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens, menurut Pusat Vulkanologi.




