Global Fishing Watch bekerja sama dengan pemerintah untuk mempublikasi data lacak kapal mereka atau VMS, melalui peta publik untuk memperkuat pemantauan dan mendukung penegakan hukum.
Pada 2017, Indonesia menjadi negara pertama yang membuka data VMS secara publik dan dapat diakses publik melalui GFW. Untuk memerangi kegiatan IUU fishing, GFW membantu pemerintah untuk menganalisis data kapal penangkap ikan, serta memantau kegiatan perikanan.
Peta publik ini juga dapat melacak kapal penangkap ikan di seluruh dunia. Pemantauan ini penting untuk melindungi perairan Indonesia dari ancaman kapal-kapal penangkap ikan asing ilegal.
Sejak Indonesia membuka data VMS, beberapa negara termasuk Peru, terinspirasi oleh langkah Indonesia untuk membuka atau berkomitmen akan segera membuka data VMS mereka lewat peta online GFW.
Global Fishing Watch adalah organisasi nirlaba internasional independen yang gencar mempromosikan kelestarian laut melalui transparansi. GFW menggunakan teknologi mutakhir untuk memvisualisasikan, melacak, dan membagikan data kapal penangkap ikan global melalui platform peta daring di https://globalfishingwatch.org/map. Peta GFW dapat diakses masyarakat secara gratis setelah jeda tampilan tiga hari.
Selain itu, di Indonesia GFW telah bekerja sama dengan organisasi nirlaba lain untuk melacak dan memahami perikanan tangkap yang belum menggunakan transmitter VMS. GFW juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk menghasilkan riset berkualitas tinggi menggunakan data GFW.*





Komentar tentang post