Ikan-ikan kecil ini bermunculan setiap akhir bulan dalam penanggalan tahun Hijriah di perairan Gorontalo, Teluk Tomini.
Dengan demikian, ikan nike bisa diartikan ikan kerinduan.
Nama nike muncul 1970-an, sebelumnya orang Gorontalo menggunakan nama lokal “duwo” untuk spesies ini.
Ketika nike dalam bentuk telur, membentuk gumpalan merah pada sore dan malam hari yang menyerupai bola seukuran kelapa.
Orang Gorontalo sudah mengetahui ikan nike ini berasal dari sungai. Jadi mitos tersebut, telah menjadi pengetahuan masyarakat, turun-temurun.
Ketika menetas di laut, nike menjadi prolarva dan berenang dalam gerombolan menuju sungai.
Dalam konteks kelembagaan, menurut Femy, Universitas Negeri Gorontalo menjadi tumpuan untuk membawa perubahan dan kemandirian agar nike tidak mengalami kepunahan di perairan tawar dan laut Gorontalo.
Pemanfaatan ikan nike yang mengarah pada eksploitasi berlebihan memerlukan model kelembagaan nelayan untuk keberlanjutan spesies tersebut di perairan Gorontalo.
Hasil analisis data produksi nike untuk wilayah Kota Gorontalo selama tahun 2020-2021 menunjukkan adanya tren penurunan.
Keberadaan ikan nike jika dapat dipertahankan dan dibarengi dengan perbaikan pascapanen, serta didukung dengan teknologi pengolahan dan mendapat dukungan dari pemerintah, maka dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi para nelayan nike dan pengusaha perikanan.




