Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang negaranya menjadi tuan rumah bersama KTT tersebut bersama Kosta Rika, menyampaikan seruan yang kuat untuk sains, hukum, dan tekad multilateral.
“Jurang maut tidak untuk dijual, sama seperti Greenland tidak untuk dijual, sama seperti Antartika atau laut lepas tidak untuk dijual,” katanya.
“Jika Bumi memanas, lautan akan mendidih.”
Macron mengatakan bahwa nasib laut tidak dapat diserahkan kepada pasar atau opini. “Oleh karena itu, respons pertama adalah multilateralisme,” kata Macron.
“Iklim, seperti halnya keanekaragaman hayati, bukanlah masalah pendapat; melainkan masalah fakta yang ditetapkan secara ilmiah.”
Presiden Kosta Rika Rodrigo Chaves Robles naik podium berikutnya, berterima kasih kepada Sekretaris Jenderal PBB karena mengangkat isu laut dalam agenda global.
“Laut berbicara kepada kita — dengan terumbu karang yang memutih, dengan badai, dengan hutan bakau yang terluka,” katanya. “Tidak ada waktu tersisa untuk retorika. Sekaranglah saatnya untuk bertindak.”
Mengecam puluhan tahun perlakuan terhadap laut sebagai “tempat pembuangan sampah global dan lumbung pangan tak terbatas,” ujar Chaves dan mendesak adanya perubahan dari eksploitasi menjadi pengelolaan.
“Kosta Rika adalah negara kecil, tetapi perubahan ini telah dimulai,” ujarnya. “Kami sekarang mendeklarasikan perdamaian dengan laut.”




