Selain berdampak pada pola pikir, hoaks bisa merubah perilaku seseorang menjadi negatif.
April dapat membedakan informasi yang benar dan informasi yang hoaks. Hal pertama yang dapat dinilai apakah informasi tersebut benar atau hoaks dari gaya penulisan.
April mengatakan bahwa informasi hoaks biasanya dengan melebih-lebihkan kalimat, terlalu bertele-tele, dan mengharapkan tujuan-tujuan tertentu.
Selain itu, informasi hoaks biasanya berasal dari sumber-sumber yang tidak jelas dan tidak terverifikasi, jika di media sosial biasanya menggunakan akun bodong.
Ketika menemukan informasi atau konten yang membuatnya ragu dan tidak jelas sumbernya, akan mencari tahu atau bertanya tentang kebenaran informasi tersebut.
Biasanya April akan mengecek kebenarannya lewat Google. Ketika dalam ketidakpastian, tidak langsung membagikan informasi itu, melainkan melakukan cross check terlebih dahulu agar orang lain tidak ikut menjadi korban dari informasi hoaks yang terlanjur dibagikan.
April tidak setiap hari mendapati informasi hoaks di media sosialnya. Namun tidak sedikit telah terpapar oleh informasi hoaks selama ini.
Langkah yang diambil dengan memperingatkan si penyebar bahwa apa yang dilakukannya itu salah dan dapat merugikan orang lain.
Selain itu, akan langsung memblokir akun-akun penyebar hoaks tersebut untuk mengurangi hal-hal yang sama akan muncul lagi di media sosialnya. (Firgitha Desya Padja)




