Sebaliknya, jika tidak ada cukup bukti yang bisa menunjang kebenaran informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi yang diterimanya adalah hoaks.
Biasanya ketika mendapati konten atau informasi yang meragukan akan bertanya kepada orang-orang terdekatnya. Jika tidak mendapat jawaban yang memuaskan, akan melakukan pengecekan mandiri terkait kebenaran informasi tersebut.
Nala tidak termasuk orang yang langsung membagikan suatu informasi sebelum mengeceknya terlebih dahulu.
Sebelum membagikan, Nala akan meneliti konten tersebut. Jika setelah dilakukan pengecekan dan didapati bahwa informasi tersebut adalah benar, maka akan membagikannya.
Nala juga membatasi media sosialnya terhadap informasi hoaks, oleh sebab itu tidak setiap hari mendapati informasi hoaks di media sosial.
Jika Nala mendapati informasi atau konten hoaks di media sosial, cenderung langsung skip atau tidak melihat lebih lanjut. Adakalanya, akan meninggalkan komentar dan memberi tahu orang-orang bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
Aprilia Putri Djakaria (21 Tahun), Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Hoaks atau informasi palsu disebarkan untuk menipu hingga menyesatkan orang lain. Menurut April, praktik penyebaran hoaks dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan berdampak merusak pola pikir dan kepercayaan seseorang.




