Hal ini semakin menguatkan asumsi awal riset ini bahwa setelah bencana, tantangan selanjutnya adalah bagaimana pemerintah atau pihak yang berkepentingan dapat menghasilkan informasi-informasi yang reliable dan relevan dengan suatu peristiwa bencana.
Menurut Nur Laila, keberadaan ilmu pengetahuan khususnya Sosiologi harus diarahkan pada dua hal. Pertama, menciptakan harmonisasi dalam masyarakat dengan melakukan transfer ilmu pengetahuan yang terkesan rumit dan kompleks melalui cara-cara yang sederhana dan mudah dipahami awam. Kedua, berkontribusi dalam upaya memecahkan masalah yang sudah eksis di masyarakat.
Hal inilah yang menjadi panduan disertasi ini untuk menuangkan dua pokok implikasi praktis, yaitu: pentingnya formulasi peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengembangan platform khusus kebencanaan, mendesaknya aspek kepemimpinan berbasis resiliensi, dan pemahaman aspek teknologi dalam upaya mitigasi bencana.
Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan tipologi partially mixed sequential equal status design, di mana pendekatan kuantitatif dan kualitatif diperlakukan dalam proporsi yang sama baik pada level pengumpulan maupun analisis data.
Nur Laila menjelaskan beberapa teknik analisis diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian, Social Network Analysis (SNA) dengan software Gephi, serta Textual Network Analysis (TNA) dengan software Wordij dan Gephi, Path Analysis dengan SPSS, dan analisis kualitatif interaktif.





Komentar tentang post