Informasi tersebut telah berhasil digunakan untuk mengurangi pembuangan dan pemborosan di beberapa perikanan.
Menurut Hawis dalam mengembangkan strategi untuk mengelola pembuangan, sangat penting untuk menentukan dan mendefinisikan tingkat pembuangan yang sebenarnya, dan bagaimana hal itu bervariasi dalam ruang dan waktu di antara operasi penangkapan ikan yang berbeda.
Hawis kemudian menjelaskan teknik eDNA metabarcoding untuk mendeteksi hasil tangkapan sampingan di perikanan rajungan, khususnya interaksi dengan mamalia laut.
Hawis yang juga Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) memaparkan kajian yang dilakukan oleh APRI sejak tahun 2015-2021 tentang By-Catch dan Non Target Species. Dari kajiannya itu, tidak ditemukan mamalia laut dalam proses pendataan yang dilakukan oleh enumerator.
Selama ini APRI telah melakukan kegiatan pendataan hasil tangkapan samping tidak hanya pada mamalia, namun seluruh spesies yang berinteraksi dengan perikanan rajungan.
Program perbaikan perikanan didukung oleh 17 anggota APRI. Pendataan by-catch dilakukan setiap hari oleh enumerator di 10 lokasi yang menyebar di seluruh Indonesia. Milestone APRI sejak 2015-2021 meliputi kegiatan enumerasi dan diterbitkan NTS assessment report setiap tahunnya.





Komentar tentang post