Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Ocky Karna Radjasa, ICOES 2020 hadir untuk menangani beberapa masalah global terkait dampak manusia pada keseimbangan ekosistem alam. Isu pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan di perairan darat, pesisir dan lautan jadi perhatian masyarakat dunia saat ini.
“Isu ini berkelanjutan mengingat akan dampak dari permasalahan perubahan iklim, pencemaran lingkungan laut, dan bencana alam,” kata Ocky.
Hal ini, kata Ocky, menjadi tantangan besar bagi manusia yang hidup di bumi tetapi terus berlanjut memanfaatkan lautan dan bumi untuk dapat memerangi dan memecahkan masalah.
Ocky mengatakan, dalam mengatasi permasalahan global ini, upaya yang perlu dirujuk adalah mengacu pada program yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Beberapa program global dunia tersebut di antaranya: UN- Sustainable Development Goal 14: Life Below Water; UN-Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021-2030); UN-Convention on Biodiversity Vision on 2050 ‘Living in Harmoni with Nature’; Revision United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) related to Biodiversity Beyond National Jurisdiction.
“Program-program ini secara garis besar menjadi acuan untuk mengatasi berbagai masalah global yang berdampak pada keberlangsungan hidup manusia serta lingkungan alam sekitar,” ujar Ocky.





Komentar tentang post