Keduanya juga bekerja sama dalam peningkatan kompetensi periset, dosen, mahasiswa, dan pranata laboratorium; pemanfaatan sarana dan prasarana masing-masing pihak; penyusunan publikasi dan dokumen kekayaan intelektual hasil kegiatan bersama; pertukaran dan pemanfaatan data dan informasi; serta monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan.
Kepala Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN, Dr Masteria Yunovilsa Putra mengatakan ini adalah awal yang bagus. Ke depan, tidak hanya untuk Pusat Kolaborasi Riset (PKR), kami berharap kita bisa mengembangkan produk-produk biologi.
Saat ini, kata Masteria, BRIN sedang mengembangkan vaksin tuberkulosis dan monoclonal antibody.
“Saya dengar UI juga sedang mengembangkan vaksin yang sama. Semoga kita bisa mengembangkan ini bersama-sama,” kata Dr. Masteria.
Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Biodiversitas tersebut mengandung ratusan jenis senyawa kimia, baik yang telah ataupun belum diketahui jenis dan khasiatnya.
Senyawa kimia salah satu bahan dasar dalam pembuatan obat dan hasil pengkajian menunjukkan bahwa biodiverisitas daerah tropis mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai obat.
Pentingnya penelitian dan pengembangan bahan baku obat dari biodiversitas bahan alam Indonesia sesuai dengan program pemerintah untuk mencapai kemandirian obat





Komentar tentang post