Indonesia juga mengajukan kerjasama Pilot Project in Establishment of Port Reception Facility atau Proyek Percontohan dalam pendirian fasilitas penerimaan limbah dari laut di pelabuhan. Proyek percontohan ini diharapkan dapat membantu Indonesia dalam membangun fasilitas tersebut untuk mengatasi masalah pengelolaan limbah dari kapal.
Selanjuntya, aktivitas di pelabuhan, eksplotasi dan eksplorasi minyak lepas pantau untuk memastikan limbah yang keluar dari kegiatan dimaksud dapat ditangani sebagaimana mestinya.
Tujuan dari pendirian fasilitas penerimaan ini, menyediakan fasilitas bagi pelabuhan untuk mengumpulkan residu, campuran minyak dan sampah yang dihasilkan dari kapal laut, kegiatan di pelabuhan dan ekplorasi serta ekploitasi lepas pantai minyak dan gas bumi.
Ada 5 (lima) Pelabuhan yang diusulkan untuk ditunjuk menjadi pilot project. Masing-masing Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Dumai, dan Pelabuhan Benoa.
Proyek ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan fasilitas penerimaan yang sudah ada di beberapa pelabuhan di Indonesia. Proyek ini diusulkan untuk dilaksanakan untuk periode 2019/2020 mendatang dan dapat berkelanjutan.
“Kita berharap kerjasama Indonesia Australia dapat semakin erat dalam penanganan dan penanggulangan tumpahan minyak di laut sebagaimana yg sudah dilakukan tahun lalu melalui inisiasi kersama dan partisipasi Indonesia sebagai observer dalam latihan penanggulangan tumpahan minyak di laut yang dilaksanakan di Australia,” ujar Ahmad.





Komentar tentang post