Semakin tinggi dan kencang gelombang, maka sinyal yang dikirim frekuensi-nya akan semakin rapat dan bisa berkali-kali dalam hitungan detik.
Hal ini yang dapat menjadi dasar untuk mewaspadai, serta mendukung kesiapsiagaan bencana. Adanya langkah mitigasi imbuhnya, sangat penting bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di wilayah yang rentan terhadap terpaan bencana.
Masyarakat di wilayah berpotensi bencana, khususnya tsunami harus memiliki waktu evakuasi yang cukup. Untuk itu, dibutuhkan teknologi yang mampu mendeteksi dini atau early warning system, baik untuk tsunami maupun bencana lainnya.
Deteksi Tsunami Bawah Laut
BPPT menawarkan teknologi lain yang memungkinkan untuk melengkapi keberadaan BUOY. Teknologi tersebut adalah Cable Based Tsunameter atau CBT.
Teknologi CBT sudah digunakan di Jepang dan mampu mendeteksi tsunami dengan baik. Namun perlu ditekankan bahwa kedua peralatan itu, CBT dan BUOY, saling melengkapi, baik fungsi dan kegunaannya.
“Sifat keduanya adalah saling melengkapi, sehingga hasil deteksi dini yang menjadi parameternya, menjadi semakin presisi dan akurat,” katanya.
Sistem CBT dapat menjadi program nasional, seiring dengan adanya sistem komunikasi kabel laut broadband network Palapa Ring, yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika.





Komentar tentang post