Jadi CBT ini merupakan kabel bawah laut yang dilengkapi sensor untuk mengukur perubahan tekanan dalam laut yang ekstrem, yang mengindikasikan tsunami. Sensor akan mengirimkan data melalui satelit kepada pusat penerima data.
Biaya dan Waktu
Hammam mengatakan, proses pembuatan fasilitas CBT menghabiskan biaya yang lebih mahal dari pembuatan BUOY. Pembuatan BUOY menghabiskan miliaran rupiah dan CBT mencapai triliunan.
Dari aspek perawatannya CBT lebih murah, BUOY akan lebih mahal. Dari waktu pembangunan, BUOY lebih cepat bisa hitungan bulan, CBT akan lebih lama, bisa tahunan. Ini hitung-hitungan kalau membuat peralatan baru.
Kendala pembangunan CBT, belum seluruh wilayah Indonesia memiliki jaringan kabel bawah laut Palapa Ring. Untuk itu, pembangunan BUOY juga tetap dilakukan untuk di beberapa titik.
CBT tidak bisa meng-cover semuanya, karena Palapa Ring belum ada di seluruh wilayah di Indonesia. Jadi , mau tidak mau pembangunan BUOY tetap harus dilakukan. “Tinggal kita lengkapi dengan GPS dan dapat diawasi titik deployment-nya oleh TNI maupun Polri di perairan lepas,” katanya.*





Komentar tentang post