Untuk perikanan berkelanjutan (sustainable fisheries), Indonesia menuntaskan komitmennya dengan mengalokasikan anggaran USD 6.754.000 guna meningkatkan produksi perikanan dengan memanfaatkan bioflok teknologi akuakultur. Penganggaran dibagi dalam 3 tahun mulai 2017-2019. Pada area ini, Indonesia juga menuntaskan komitmen untuk mengalokasikan USD 3 juta bagi keperluan fish stock assessment untuk tahun 2018-2021.
Di area sustainable blue economy, komitmen Indonesia melalui pemerintah daerah dimana pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen untuk pelaksanaan proyek pertanian ikan dan padi. Kegiatan ini untuk mendukung sustainable blue economy dengan menyediakan total pengembangan seluas 25 ha, terdiri dari 18 ha budidaya ikan-padi yang didanai oleh FAO dan akan terus berlanjut sampai tahun 2019 dengan tambahan 7 ha pertanian daerah.
Indonesia juga menuntaskan komitmennya untuk mengalokasikan USD 8,7 juta pada tahun 2018 untuk pengembangan Industri Rumput Laut Nasional.
3 komitmen Indonesia untuk OOC 2019 adalah Pencadangan 700.000 hektar Kawasan Konservasi Perairan pada tahun 2020 dan mengalokasikan dana sebesar USD 6,68 juta untuk membentuk Kawasan Konservasi Perairan baru dan meningkatkan efektivitas pengelolaannya.
Komitmen kedua, melaksanakan stock assessment untuk sumber daya perairan darat dengan mengalokasikan dana sebesar USD 300,000 di tahun 2020. Komitmen ketiga, memperpanjang proyek “Peningkatan Sistem Peramalan Lautan untuk Mendukung Pengurangan Risiko Bencana Maritim” pada 2019-2024 dengan USD 121 Juta USD dari anggaran nasional.





Komentar tentang post