Lebih lanjut, menurut kata Prof. Ismail, analisis runtun waktu dalam pengambilan keputusan ekonomi juga memiliki peran sentral dalam mengembangkan sistem peringatan dini untuk ketidakstabilan makroekonomi.
”Ketika dikombinasikan dengan indikator utama ekonomi seperti indeks harga konsumen, nilai tukar, suku bunga, dan cadangan devisa, model runtun waktu dapat meramalkan tekanan inflasi atau potensi krisis keuangan,” ujarnya.
Prof. Ismail mengatakan untuk membangun generasi muda yang kompeten dalam analisis runtun waktu, dibutuhkan strategi pendidikan yang terintegrasi dan aplikatif. Proses ini dimulai sejak pendidikan menengah hingga perguruan tinggi, dengan pendekatan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga berbasis proyek dan kontekstual.
Kurikulum yang mendukung juga perlu mencakup integrasi literasi data dan berpikir komputasional.
Mahasiswa tidak cukup hanya memahami rumus, tetapi juga harus mampu melakukan eksplorasi data, memilih model yang sesuai, serta mengevaluasi performa model, kata Prof. Ismail.




