Hal ini karena lokasi wisata hiu paus do Botubarani berada di dalam kawasan konservasi tersebut.
”BPSPL Makassar akan mengupayakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi bagi masyarakat sekitar objek wisata hiu paus Botubarani,” ujar Permana.
Khususnya bagi pengelola kawasan wisata tersebut, seperti pelatihan komunikasi, bahasa Inggris, keselamatan laut, pemandu wisata, dan sebagainya.
Seperti diberitakan, lebih dari 25 turis asing mengerubuti seekor ikan hiu paus di perairan Botubarani, Bone Bolango, Gorontalo.
Wisatawan yang sekali turun dalam jumlah banyak tersebut tidak sesuai dengan SOP atau prosedur operasional standar saat berinteraksi dengan hiu paus.
Video singkat di media sosial Instagram dan Tiktok memperlihatkan rombongan wisatawan sedang menyelam dengan menggunakan snorkeling di lokasi wisata Hiu Paus Botubarani, Teluk Tomini.
Keterangan di video tersebut, mereka adalah rombongan turis kapal pesiar MV Coral Geographer. Mereka mendatangi lokasi wisata hiu paus setelah lebaran Idul Fitri atau pertengahan bulan April ini.
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Syafrie Kasim, mengatakan, pengelola wisata sudah menyampaikan bahwa kapasitas orang yang turun hanya 15 orang per grup.




